JAYAPURA — Rentetan kekerasan yang terjadi di wilayah Jayawijaya, Papua Pegunungan, mendapat perhatian serius dari tokoh agama Papua. Ketua Persekutuan Gereja-Gereja di Papua (PGGP) Provinsi Papua, Pdt. M.P.A. Maury, S.Th., menyerukan agar seluruh masyarakat menolak segala bentuk kekerasan dan bersama-sama menjaga kedamaian di Tanah Papua.
Seruan tersebut disampaikan menyusul peristiwa penembakan yang menimpa seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian di Kabupaten Jayawijaya.
Pdt. Maury menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus dukacita atas peristiwa tersebut. Menurutnya, hilangnya satu nyawa merupakan tragedi kemanusiaan yang tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang biasa.
“Sebagai hamba Tuhan dan bagian dari masyarakat Papua, saya mengajak kita semua untuk bersama-sama menjaga kedamaian, keamanan, dan ketertiban di Tanah Papua,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa setiap manusia memiliki hak untuk hidup dan menjalankan kehidupannya secara aman. Karena itu, segala tindakan kekerasan yang menghilangkan nyawa harus ditolak bersama.
“Setiap kehidupan manusia adalah berharga di hadapan Tuhan. Segala bentuk kekerasan dan tindakan yang menghilangkan nyawa manusia harus kita tolak bersama,” tegasnya.
Dukung Penegakan Hukum
Dalam penanganan kasus tersebut, Pdt. Maury mengajak masyarakat memberikan kepercayaan kepada aparat penegak hukum untuk mengungkap peristiwa secara menyeluruh berdasarkan fakta dan ketentuan hukum yang berlaku.
Ia meminta masyarakat tidak mengambil tindakan sendiri maupun melakukan aksi balasan yang berpotensi memperluas konflik dan menimbulkan korban baru.
“Mari kita memberikan ruang kepada aparat penegak hukum untuk mengungkap fakta, mencari pelaku, serta memproses setiap pihak yang terbukti terlibat melalui mekanisme hukum yang adil, transparan dan bertanggung jawab,” katanya.
Selain itu, masyarakat diminta lebih bijak menyikapi informasi yang beredar, khususnya di media sosial. Informasi yang belum terverifikasi, menurutnya, tidak seharusnya menjadi pemicu keresahan maupun tindakan yang dapat memperburuk situasi.
“Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Jangan menyebarkan berita yang dapat memperkeruh situasi dan jangan melakukan tindakan balasan yang justru dapat menimbulkan korban serta persoalan baru,” pesannya.
Doa untuk Keluarga Korban
Kepada keluarga korban, Pdt. Maury menyampaikan dukacita yang mendalam dan berharap Tuhan memberikan kekuatan serta penghiburan dalam menghadapi kehilangan.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Papua untuk menjaga persaudaraan dan tidak membiarkan kekerasan menjadi siklus yang terus berulang.
“Papua membutuhkan kedamaian. Papua membutuhkan persaudaraan. Papua membutuhkan penegakan hukum yang adil. Sebagai umat Tuhan, marilah kita memilih jalan perdamaian, keadilan dan kasih,” pungkas Pdt. Maury.
Pesan tersebut menjadi seruan moral agar masyarakat bersama-sama menjaga keamanan, menolak kekerasan, menghormati proses hukum, dan merawat kedamaian di Tanah Papua.

