Dari Ladang ke Perbankan, Koperasi BMPC Dorong Petani Papua Naik Kelas

Jayapura — Perubahan besar dalam sektor pertanian tidak hanya ditandai dengan meningkatnya produksi dan luas lahan garapan, tetapi juga ketika petani mulai mampu masuk dan memahami ekosistem ekonomi formal, termasuk perbankan.

Hal inilah yang terus didorong oleh Koperasi Bina Mandiri Papua Cerah (BMPC) melalui pembinaan dan pendampingan para petani jagung di sejumlah wilayah Papua.

Ketua Umum Koperasi BMPC, Zaeni Effendi, mengatakan bahwa langkah para petani dalam melengkapi administrasi dan berhubungan dengan lembaga perbankan merupakan bagian dari proses untuk membawa petani Papua menuju pengelolaan usaha pertanian yang lebih profesional.

“Petani tidak cukup hanya bisa menanam dan menghasilkan. Petani juga harus memahami bagaimana mengelola hasilnya, mengatur keuangan, melengkapi administrasi dan mulai mengenal sistem perbankan. Ini bagian dari proses agar petani kita naik kelas,” ujar Zaeni Effendi.

Menurutnya, membangun pertanian tidak hanya berbicara mengenai benih, pupuk, lahan dan hasil panen. Lebih dari itu, diperlukan perubahan mindset agar masyarakat mulai melihat pertanian sebagai sebuah usaha yang memiliki nilai ekonomi dan dapat menjadi sumber kesejahteraan jangka panjang.

Zaeni menjelaskan, perkembangan tersebut juga tidak terlepas dari berbagai edukasi yang selama ini diberikan kepada masyarakat oleh AKP Sosra Antoni. Pendekatan yang dilakukan secara langsung kepada warga dinilai turut membuka wawasan masyarakat mengenai pentingnya kegiatan produktif, kemandirian ekonomi dan pemanfaatan potensi yang ada di lingkungan mereka.

“Apa yang kita lakukan hari ini juga tidak terlepas dari edukasi-edukasi yang selama ini disampaikan kepada warga oleh AKP Sosra Antoni. Beliau terus memberikan pemahaman dan mendorong masyarakat agar melihat potensi yang ada, khususnya pertanian, sebagai peluang untuk membangun kehidupan yang lebih baik,” ungkapnya.

Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga memiliki kesadaran untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan menciptakan kehidupan sosial yang kondusif.

Bagi Koperasi BMPC, keterlibatan petani dalam ekosistem perbankan merupakan sebuah tahapan penting. Ketika petani mulai memiliki administrasi yang tertib, mengenal transaksi perbankan dan mampu mengelola keuangan, maka secara perlahan mereka sedang membangun fondasi usaha pertanian yang lebih modern dan berkelanjutan.

Zaeni menilai, tantangan terbesar dalam membangun pertanian bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga bagaimana mengubah cara pandang masyarakat terhadap profesi petani.

“Kita ingin mengubah mindset. Petani jangan hanya berpikir bagaimana hari ini bisa panen dan menjual hasilnya. Tetapi mulai berpikir bagaimana hasil pertanian ini bisa dikelola menjadi usaha, bagaimana pendapatannya berkembang dan bagaimana bisa menciptakan kesejahteraan bagi keluarga serta masyarakat,” jelasnya.

Dengan ekosistem yang semakin kuat, petani diharapkan tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. Mereka dapat memperoleh pendampingan, memiliki kelembagaan, meningkatkan kapasitas produksi dan secara bertahap memiliki akses terhadap berbagai layanan ekonomi formal.

Pada akhirnya, “naik kelas” bagi petani Papua bukan sekadar memiliki hasil panen yang lebih banyak. Naik kelas berarti memiliki pengetahuan, administrasi yang baik, kemampuan mengelola keuangan, akses perbankan, kepastian pasar dan keberanian melihat pertanian sebagai masa depan.

Latest

Arius Reimond Sabono: Potensi Kabupaten Jayapura Harus Diolah Menjadi Kekuatan Ekonomi

SENTANI, 11 September 2026 — Bakal Calon Ketua KADIN...

Dari Ladang Menuju Kemandirian: Petani Papua Mulai Naik Kelas

Jayapura — Langkah kecil dari para petani binaan Koperasi...

Isak Randy Hikoyabi Ajak Masyarakat Rawat Kedamaian dan Persaudaraan di Tanah Papua

JAYAPURA — Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Isak Randy...

Max Abner Ohee: Jangan Korbankan Kedamaian Papua dengan Provokasi yang Berujung Kerusuhan

Jayapura – Tokoh adat Papua yang juga merupakan unsur...

Newsletter

spot_img

Don't miss

Arius Reimond Sabono: Potensi Kabupaten Jayapura Harus Diolah Menjadi Kekuatan Ekonomi

SENTANI, 11 September 2026 — Bakal Calon Ketua KADIN...

Dari Ladang Menuju Kemandirian: Petani Papua Mulai Naik Kelas

Jayapura — Langkah kecil dari para petani binaan Koperasi...

Isak Randy Hikoyabi Ajak Masyarakat Rawat Kedamaian dan Persaudaraan di Tanah Papua

JAYAPURA — Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Isak Randy...

Max Abner Ohee: Jangan Korbankan Kedamaian Papua dengan Provokasi yang Berujung Kerusuhan

Jayapura – Tokoh adat Papua yang juga merupakan unsur...

Kejati Papua Perkuat Pembinaan Masyarakat Adat Melalui Program Pertanian di Kabupaten Keerom

Keerom, Papua – Selasa, 21 Juli 2026 – Kejaksaan...
spot_imgspot_img

Arius Reimond Sabono: Potensi Kabupaten Jayapura Harus Diolah Menjadi Kekuatan Ekonomi

SENTANI, 11 September 2026 — Bakal Calon Ketua KADIN Kabupaten Jayapura periode 2026–2031, Arius Reimond Sabono, ST, menilai Kabupaten Jayapura memiliki potensi ekonomi yang...

Dari Ladang Menuju Kemandirian: Petani Papua Mulai Naik Kelas

Jayapura — Langkah kecil dari para petani binaan Koperasi Bina Mandiri Papua Cerah (BMPC) hari ini menjadi bagian dari perjalanan besar membangun kemandirian ekonomi...

Isak Randy Hikoyabi Ajak Masyarakat Rawat Kedamaian dan Persaudaraan di Tanah Papua

JAYAPURA — Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Isak Randy Hikoyabi mengajak seluruh masyarakat di Tanah Papua untuk terus menjaga kedamaian, memperkuat persaudaraan, dan menciptakan...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini