Jayapura — Langkah kecil dari para petani binaan Koperasi Bina Mandiri Papua Cerah (BMPC) hari ini menjadi bagian dari perjalanan besar membangun kemandirian ekonomi masyarakat Papua.
Sejumlah petani jagung binaan Koperasi BMPC terlihat bersama-sama melengkapi administrasi perbankan sebagai bagian dari proses pengembangan dan penguatan sektor pertanian. Bagi mereka, aktivitas di perbankan bukan sekadar urusan administrasi, tetapi menjadi bagian dari proses belajar untuk membangun tata kelola usaha pertanian yang lebih profesional.
Ketua Koperasi Bina Mandiri Papua Cerah, Bapak Zaeni Effendi, menjelaskan bahwa proses tersebut merupakan bagian dari tahapan pengembangan pertanian di Papua, khususnya dalam mendorong para petani agar tidak lagi melihat pertanian hanya sebagai aktivitas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Pertanian harus kita bangun sebagai sebuah usaha. Petani perlu mulai mengenal administrasi, perbankan, perencanaan produksi, hingga pengelolaan hasil. Ini adalah proses menuju pertanian Papua yang lebih maju dan mandiri,” jelas Zaeni Effendi.
Saat ini, jumlah petani jagung yang tergabung dalam pembinaan Koperasi BMPC telah mencapai kurang lebih 5.000 orang, yang tersebar di sejumlah wilayah, di antaranya Yapsi, Keureh, Nimbokrang, Depapre, dan Kabupaten Keerom.
Angka tersebut menunjukkan bahwa pertanian bukan lagi sekadar kegiatan individual. Ada potensi besar untuk membangun ekosistem ekonomi berbasis masyarakat, di mana petani menjadi pelaku utama dari proses produksi hingga pengembangan usaha.
Lebih jauh, proses ini juga membawa pesan penting tentang perubahan mindset. Bahwa menjadi petani bukan berarti berada di sektor ekonomi kelas bawah. Sebaliknya, petani dapat menjadi pengusaha pangan, pemilik usaha, sekaligus bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah.
Perubahan besar selalu dimulai dari perubahan cara berpikir.
Dari “bertani untuk hidup”, menjadi “bertani untuk membangun kehidupan”.
Dari menjual hasil panen secara sederhana, menuju pengelolaan usaha yang terencana.
Dari bekerja sendiri-sendiri, menuju kekuatan koperasi dan kemitraan.
Papua memiliki tanah, sumber daya alam dan masyarakat yang memiliki kemampuan untuk mengembangkan pertanian. Yang dibutuhkan adalah pendampingan, konsistensi, akses permodalan, teknologi, pasar, serta keberanian untuk mengubah pola pikir.
Kehadiran ribuan petani dalam ekosistem Koperasi BMPC menjadi sebuah gambaran bahwa ketika masyarakat diberi ruang, pendampingan dan kesempatan untuk berkembang, maka ladang tidak hanya menghasilkan jagung, tetapi juga dapat menghasilkan kemandirian, lapangan kerja dan masa depan ekonomi Papua.
Karena masa depan Papua tidak hanya dibangun dari gedung-gedung tinggi, tetapi juga dari tanah yang ditanami, petani yang diberdayakan, dan generasi yang berani menjadikan pertanian sebagai kekuatan ekonomi.

